Postingan

Menampilkan postingan dari Oktober, 2025
Hari ini sepulang kelas aku datang ke menara doa, humm memasuki tingkat akhir itu rasanya sesakk ,pusing, bingung, dan sebenarnya banyak lah beban hidup yang kadang gatau mau diceritain ke siapaaaa, dan Tuhan menjadi tempat aman buat ceritaaaa.  Rasanya teduh diam di bawah kepak sayap Nya. Meskipun datang nya dalam kondisi ga jelas sekalipun, tapi Dia mengerti.  Penyertaan Tuhan lah yang bisa membuat bertahan, dan dalam tinggal tenang dan percaya kita beroleh kekuatan.  Kekuatan untuk bertahan, kekuatan untuk tenang dan kekuatan untuk menyelesaikan. Satu yang tertanam di hatiku saat doaa ituu aku ga sendirian melaluinya, tapi ada Tuhan yang menyertai.  "Diamlah dan ketahuilah, bahwa Akulah Allah! Aku ditinggikan di antara bangsa-bangsa, ditinggikan di bumi!" TUHAN Yang Mahakuasa menyertai kita, Allah Yakub melindungi kita" (Mazmur 46:11-12 ) Ayat itu aku dapat setelah doa tadiii, rasanya kayak menyuruh untuk diam dan tenanglah dari segala kebingungan dan kebisingan h...
Hari ini aku mengikuti pembekalan di gereja, banyak mengajarkan dan membuka insight di hidup aku. Salah satu yang mau aku bahas yaitu tentang tujuan.. Jadi tadi diajarin bahwa kita ga bersemangat karena kita ga tau tujuan nya mau kemana, kalau kita ga tau tujuannya kita akan sulit maju. Harus tau arahnya yang jelas. Maka kita tau harus melakukan apa dan sampai kemana  Kalau kita tau mau ngapain,kita ga akan bingung, berarti kebingungan hadir saat tidak ada tujuan.  Kita harus digerakkan oleh tujuan.  Pembekalan hari ini mengubahkan paradigma aku dalam menjalani hidup, seperti tercerahkan gitu, ternyata aku membutuhkan arah yang jelas , sebuah tujuan didalam hidup ini agar tidak gampang terdistraksi dan tenggelam dalam hal hal yang tidak perlu.  Seperti patah hati. Kadang karena mengikuti perasaan kita ,kita stuck ga bertumbuh didalam hidup, merasa dunia ini kelam banget, rasa sakit berbicara lebih kuat dari apapun. . Sampai pernah nangis berhari-hari sampai suara ben...
Langit sudah menunjukkan awan kelabu yang hitam , seperti nya akan turun hujan tapi aku tetap memutuskan untuk datang doa sore tadi, sebenarnya ada fikiran terbersit "gimana kalau nanti di tengah jalan hujan, tapi udah siap siappp, masa iya ga jadi pergi"  Dan aku berdoa dalam hati  "Tuhan ,jangan hujan dulu yaaaa.."  Cuma itu dan tetap memutuskan pergi. Daan yeaaaahh sampai gereja ga hujan, meskipun langit sudah kelabu bangett tapi puji Tuhan tidak hujann.  Tadi itu belajar banyak hal ,banyak hal yang dibukakan ,dan merasakan hadirat Tuhan bekerja luar biasa , rasanya itu seperti jatuh cinta atau mengalami kasih mula mula sama Tuhan, kasih sebesar itu menghantam diri ini yang sudah tidak tau lagi sebenarnya cara bertahan , rasanya ituuu legaaaa, dan ringan banget.  Dan sepanjang pulang , rasanya pengen ngobrol terus sama Tuhan, banyak hal yang ingin dibahas, dan rasanya ga berhenti berhenti bilang terimakasih ya Tuhan.  Rasanya bilang "terimakasih Tuhan" ...
Hari ini di perjalanan pulang melihat langit senja indah dan cantik banget,cuma karena macet dan fokus ke jalan jadi kehilangan waktu menikmati  indahnya dan ternyata udah pudarrr. Rasanya cepet banget yaaaah lewatnya huaaah "Gapapaaa besok bisaa lihat lagiii ,jika Tuhan berkenan mungkin besok bisa melihat langit senja nya yang indah dan menenangkan lagiii..." Tapi karena fokus cuma bertahan di jalanan yang superrr macettt aku  jadi kehilangan momentum indahnya ,sedihhh tapii yaudah lah mungkin hari esok masih adaaaaa!!  Selama bumi masih berputar,makaaa masihh adaa hariii esokk buat melihat langit senja nyaaaa, melihat langit senja ituu rasanya menenangkan banget.  Ternyata didalam hidup kita terkadang jika hanya fokus bertahan sajaa kita bisa kehilangan menikmati sesuatu yang berharga seperti  langit senja tadiii.  Dan pulangnya tadii aku ngerjain tugas, tiba tiba ada telfon masuk... Diangkat tapi tetap sambil ngerjain tugas karena deadline nya dikit bgt ...
Sebelum perjalanan pulang ke rumah tadi , cuman bisa bilang lirih dalam hati :  "Tuhan ,kalau aku bisa sampai rumah nanti, itu semua karena anugerah Mu saja , karena tangan dan kaki ku dingin dan gemetaran, gatau bisa apa enggak bawa motor"  Sepanjang perjalanan aku menenangkan diriku sendiri dan hanya bisa mencengkram erat stang motor aku ,aku gatau kenapa rasanya seberat itu. Walaupun dalam keadaan takut tidak karuan,tapi tetap jalan tetap pulang walaupun gemetaran. Mungkin sama dengan perjalanan hidup .  "Jika aku bisa sampai di tujuan ku ,itu semua karena anugerah Mu saja, bukan kekuatan ku "  Dan kadang Tuhan merobohkan semua sisi aman , mungkin agar kita paham yang bisa diandalkan dan tidak pernah berubah cuma Pribadi yang sempurna yaitu Bapa. Kasih yang sempurna yang tetap melihat kita berharga walaupun tidak ada yang bisa dilihat, walaupun sekelam ituuu.  Hari Minggu aku PA sama adik adik rohani ku tentang hati Bapa ,tapi aku seperti di reminder ke dirik...
  Zaman ini berjalan cepat, seolah tak memberi jeda bagi jiwa yang letih. Di tengah layar yang terus menyala dan suara yang tak pernah hening, banyak hati mulai kehilangan ruang tenangnya. Kecemasan muncul perlahan, kadang dalam bentuk gelisah tanpa sebab, jantung yang berdebar tiba-tiba, atau kaki yang terasa dingin di malam-malam sunyi.  Anxiety bukan sekedar kata asing dari dunia psikologi, ia kini menjadi teman tak diundang bagi banyak orang yang berjuang dalam diam. Di kampus,di tempat kerja, bahkan dirumah, banyak dari kita berusaha terlihat baik-baik saja, padahal di dalam hati, ada riuh yang sulit dijelaskan.  Barangkali itu merupakan sinyal bahwa ini sudah di ambang batas kemampuan, dan kadang sebenarnya kita cuma pengen dimengerti, kadang cuma pengen dipahami bahwa kita ga sendirian kok menjalani semua proses inii, kadang kita lebih membutuhkan dukungan seperti itu dibandingkan solusi. Karena didengarkan itu seperti sudah memecahkan masalah itu separuh karena be...
Didalam menjalani kehidupan ini terkadang kita mengalami sebuah proses pengulangan, mungkin hal yang udah pernah terjadi,masa kelam yang pernah dilalui seperti terjadi kembali di masa kini. Seperti berputar putar dalam lingkaran, tidak sampai pada tujuan.  Didalam Alkitab tercatat perjalanan sebuah bangsa yang disertai Tuhan ,tapi memakan waktu yang sangat panjang, 40 tahun lamanya mereka berputar putar di padang gurun ,padahal jarak aslinya sebenarnya tidak sejauh itu ,  seharusnya memerlukan waktu 10-15 hari ,harus tertunda 40 tahun lamanya, untuk menempa mereka ,agar semakin percaya kepada Tuhan dan penyertaan Nya.  Walaupun mereka berjalan 40 tahun lamanya di padang gurun,tapi mereka tidak pernah dibiarkan kelaparan, semuanya disertai, kadang hanya karena satu kebutuhan yang tidak terpenuhi mereka kembali bersungut-sungut. Semua kejadian ajaib dan pengalaman mereka dengan Tuhan seolah luntur begitu saja, apabila mengalami suatu masa yang sulit.  Ketidakpercayaan ...