Postingan

Menampilkan postingan dari Januari, 2026
  Disiplin itu seperti sebuah cambuk saat diterapkan,tapi sebenarnya sebuah alat untuk menyelamatkan dari kehancuran.
Pada saat menanam tomat, kita memerlukan sebuah kayu penyangga untuk menjadi penopang pohon itu , bukan karena pohon itu rapuh namun sebuah penyangga itu adalah kebutuhan yang ia perlukan untuk bisa bertahan dan tetap hidup dengan lebih baik dan maksimal.  Kita tidak mungkin memaki pohon itu hanya karena sebuah kebutuhan yang ia perlukan untuk bertahan. Jika tidak diberikan penyangga batang pohon tomat mudah rebah atau patah karena tomat mempunyai batang yang relatif lunak ,saat buah mulai banyak dan berat batangnya bisa melengkung,rebah ke tanah bahkan patah karena tidak kuat menopang beban. Buah yang jatuh juga akan lebih mudah busuk, terserang jamur atau dimakan hama.  Pertumbuhan yang dialami tidak optimal karena energi tanaman lebih banyak habis untuk bertahan dalam posisi rebah,bukan untuk berbunga dan berbuah maksimal.  Ketika seluruh energi habis untuk bertahan, tidak ada ruang untuk bertumbuh. Penyangga tidak menghalangi pertumbuhan , justru mengarahkan ke arah y...
  Kadang luka tidak benar benar sembuh karena tidak pernah diberi ruang, tidak diberi waktu untuk didengarkan dan pengabaian. Sebuah luka yang tiba tiba mencuat keluar malah mendapatkan pukulan yang keras, padahal mungkin saja itu sebenarnya adalah teriakan yang sudah tidak bisa ditahan  belasan tahun. Jika luka adalah sebuah kesalahan maka dunia ini tidak lah tempat yang aman untuk didiami. Banyak sekali memang pemicu kondisi stuck dan tidak bertumbuh dengan baik, terkadang dunia atau hidup itu sendiri menyerang subjek nya , Tanpa benar benar peduli dengan apa yang melatarbelakangi hal hal atau pemicunya , terkadang pertumbuhan juga tidak bisa dipaksakan,jika seseorang tidak merasa aman dalam hidupnya,maka hidup hanya akan terasa seperti perang , tujuan bahkan terasa sangat abstrak, karena yang tersisa hanya membereskan luka luka ,dan berusaha bertahan. 
Jika kasih adalah segala sesuatu yang dilakukan sebagai buah atau hasil karena kamu telah mendapatkan sesuatu, maka itu bukan kasih ,itu adalah transaksional. Kasih itu tulus dan tidak memiliki motif apapun. 
Di sebuah tempat persemaian terdapatlah sekelompok kawanan benih-benih yang terkumpul dari berbagai penjuru, dan mereka sangat senang bisa bertemu satu sama lain, dan juga sangat bersyukur untuk keberadaan satu sama lain yang hadirnya saling memberi dukungan, support an tawa kebahagiaan. Mereka melihat satu sama lain sama sama ditanam di tempat yang sama, setiap hari yag lainnya bisa melihat perkembangan satu sama lain dan merasa senang dengan setiap kemajuan yang terjadi. “Hei lihatlah kecambahmu sudah mulai naik ke permukaan, itu sangat menakjubkan teman” ucap sebuah benih kepada temannya. “Hai sobat, aku percaya kamu juga akan mengalami hal serupa, mungkin hanya beda dalam fase waktunya saja” Dan benar saja , tidak beberapa lama kemudian benih benih lain juga menunjukkan pertumbuhan nya , ada yang perlahan, ada yang melesat jauh , dan sejak saat itu mereka sering bercengkrama di atas permukaan tanah sambil melihat pertumbuhan dan perkembangan satu sama lain. Ada tawa, canda ...
Aku tidak tau ternyata menjadi dewasa itu dipenuhi banyak pertanyaan kapan ,yang kadang kita juga tidak bisa menjawabnya dengan pasti. Sosok teman hidup bukan jawaban atas setiap masalah atau kebingungan kita juga kan? Kadang kita juga harus menemukan jawaban sendiri terlebih dahulu, takut jika kerapuhan yang kita miliki hanya akan memberikan luka kepada orang lain, takut juga memproyeksikan luka yang harusya disembuhkan sendiri. Lagipula bertemu di waktu yang tidak tepat juga bukan berarti jawaban yag tepat, mungkin hanya akan memberikan siklus luka, siklus yang seharusnya tidak akan terjadi jika kita menemukan diri sendiri terlebih dahulu, tapi mungkin kita gak akan sampai menemukan diri sendiri, kadang ada banyak jalan yang tertutup yang kadang kita ga mengerti, rasa tersesat dan gak tau ini sebenarnya kemana , dan disanalah kita ditemukan oleh Pribadi yang mempunyai jawaban atas segala sesuatu nya. Tuhan.  Pribadi yang tidak menghakimi kondisi hidup kita, gak menuntut apa apa...